Wali Kota Pematangsiantar dr Susanti Bersama Forkopimda Musnahkan Barang Bukti yang telah Inkracht

- 11 Juni 2024, 19:24 WIB
Wali Kota Pematangsiantar dr Susanti Bersama Forkopimda Musnahkan Barang Bukti yang telah Inkracht
Wali Kota Pematangsiantar dr Susanti Bersama Forkopimda Musnahkan Barang Bukti yang telah Inkracht /

DETAKSUMUT.ID - Wali Kota Pematangsiantar dr Susanti Dewayani SpA diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi bersama Kapolres Pematangsiantar AKBP Yogen Heroes Baruno SH SIK, dan Pengadilan Negri, Kepala K.Lapas, BEA Cukai, BNN ikut memusnahkan barang bukti dari 60 perkara yang telah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkracht, pada Selasa (11/6/24) di halaman Kantor Kejaksaan, Jalan Merdeka, Kecamatan Siantar Barat.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Jurist Precisely, S.H., M.H dalam sambutannya, seluruh barang bukti yang dimusnahkan itu merupakan hasil dari sinkronisasi instansi penegak hukum di Kota Pematangsiantar.

“Ini merupakan kerja sama yang baik antara Kejaksaan dengan Polres Pematangsiantar, Pengadilan Negeri (PN), Kantor Bea Cukai, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) serta yang lainnya,” ucap Jurist Precisely, S.H., M.H.

Jurist Precisely, S.H., M.H juga mengatakan. Langkah seperti ini diharapkan lebih ditingkatkan lagi untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat dan mengurangi tindakan pidana maupun gangguan kamtibmas. Sehingga, kata Kajari, perekonomian dapat lebih meningkat lagi di Kota Pematangsiantar.

“Dan untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pematangsiantar,” ujar Kajari, Jurist Precisely, S.H., M.H seraya mengatakan, rmasalah ribuan rokok ilegal tersebut merupakan merk yang sudah terkenal di masyarakat. Akibatnya, negara mengalami kerugian akibat peredaran rokok tersebut. Yang seharusnya negara mendapatkan pajak, namun karena rokok-rokok ilegal itu tidak memiliki bea cukai negara rugi,” terangnya.

Sebelumnya Kepala Seksi Barang Bukti, Belman Tindaon melaporkan, barang bukti yang dimusnahkan didominasi perkara narkotika, yakni 46 kasus. Di mana dari keseluruhan itu, 401,74 gram merupakan sabu dan 3.336,8 narkoba jenis ganja.

Sementara untuk perkara keamanan dan ketertiban umum yakni 7 kasus, ohard 6 kasus dan terakhir yakni perkara bea cukai dengan 4.889 bungkus rokok ilegal. “Rokok ilegal itu jika ditotalkan sebanyak 97.660 batang,” sebut Belman.

Editor: M Roni


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah